Film pendek ini saya lihat waktu saya mengikuti workshop 6 hari di grabag. Sebenarnya film ini sederhana menurut saya, tapi inti dari film ini yang tidak sederhana.
Film pendek ini menceritakan seorang pria yang mengalami Obsessive Compulsive disorder.
Obsessive Compulsif Disorder (OCD) adalah gangguan kecemasan berupa obsesi dan dorongan berlebih hingga membuat seseorang sulit melakukan pekerjaan atau memiliki kehidupan sosial yang normal.Untuk mengurangi rasa takut yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain, misalnya, lupa untuk mengunci pintu atau mematikan kompor gas, beberapa diantara mereka melakukan ritual pemeriksaan.(Beberapa yang lain juga berulang kali menelusuri kembali rute mengemudi mereka untuk memastikan bahwa mereka tidak menabrak siapa pun).
saat pria ini akan pergi bekerja, Ia selalu lupa apakah ia sudah mengunci pintu rumahnya (yang jelas-jelas sudah ia lakukan) atau belum. Sehingga saat sampai di depan rumahnya, ia selalu kembali lagi untuk mengecek apakah pintu rumahnya sudah di kunci atau belum. Namun kejadian ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, tapi hampir setiap hari. Sampai akhirnya konflik di film ini muncul, atasan si pria ini memarahi nya karena ia selalu datang terlambat ke tempat kerjanya, karena “kegiatan” mengecek pintu rumahnya itu cukup memakan waktu sampai ia selalu terlambat datang ke kantor. Keesokan harinya, pria ini pun berfikir di depan pintu rumahnya yang tertutup. Ia berfikir apa yang harus dilakukannya agar ia tidak kembali lagi untuk mengecek pintu rumahnya. Akhirnya pria ini melakukan sesuatu hal. Apa yang dilakukan pria itu?? Pria itu hanya membuka pintu rumahnya, lalu pergi ke tempat kerjanya.
Mungkin banyak orang yang menganggap film ini film non narrative. Tapi menurut saya film ini termasuk dalam film narrative. Film ini memiliki arti yang jelas, hanya saja bentuknya samar, atau tersirat.
Menurut saya, arti dari film ini adalah, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar. PASTI. Hanya saja jalan keluar itu bisa berbentuk
1.Amat sangat sederhana sampai-sampai kita tidak pernah memikirkannya.
Atau
2.Sesuatu hal yang dianggap tabu oleh orang-orang lain.
Ya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. It just won’t fix with it self. We must fix it.

0 komentar:
Posting Komentar