Pages

Jumat, 13 Januari 2012

waiting while hoping

gadis itu memandangi layar komputernya.
terdiam. lama.
sama lamanya dengan koneksi internet di rumahnya.
koneksi dari modem yg katanya 3,1 Mps padahal . .(ga perlu dijelasin lagi, mungkin yg baca udah pada ngerti)

ia menunggu satu hal.
selalu.
dari jam 5 sore sampai jam 9 malam.

ia menunggu seseorang.
seseorang yang hanya bisa ia sapa di dunia maya.

seseorang yang ia kagumi.
seseorang yang selalu membuatnya tersenyum.
seseorang yang menjadi motivasi untuknya.
seseorang yang bisa membuat ia lupa akan masalah yg sedang dihadapinya.

mungkin seseorang itu tidak akan pernah tahu mengenai perasaan yg dimiliki oleh gadis ini. 
bagaimana pun juga ia seorang gadis.
harus seperti 'merpati'.
tidak mungkin seekor merpati harus menjadi 'kuda liar'. 

sifat dasar dari seorang wanita adalah pintar menyembunyikan perasaan.
dan (sayangnya) sifat dasar dari seorang pria adalah tidak peka (damn)

mungkin cinta itu memang tersirat. tidak tersurat.
but love shouldn't be a secret, isn't it??

ia ingin si seseorang itu tahu.
tapi apa daya.
sudah hampir habis daya upayanya.

sekarang ia hanya bisa berdoa.
dan menunggu.
menunggu sang waktu bekerja.
sang waktu tak pernah ingkar janji bukan??
:)


NB:"sang waktu tak pernah ingkar janji"
kata"nya widiantini (widi syah) thanks yo . .
buat dinda, thanks support nya :)

mungkin esok tak pernah datang

pernahkah kmu, merasa setiap detik sangat berarti?

mungkin saya akan merasakannya lg di suatu sabtu.

mungkin saya akan t'diam t'paku di hri itu.
atau mungkin sebaliknya. 

mungkin saya akan merekam setiap gerak-geriknya di tiap detik. tiap detik yg sangat b'arti. 
merekam untuk dpt memutarnya lg di gramaphone ingatan saya. yang lambat laun akan memudar. 
pasti. memandang tajam agar semua gerak-geriknya terekam sempurna. tak terlewatkan satu pun.

mungkin saya akan memandangi sosok yg jaraknya tak sampai 7 meter berselang, namun tdk memiliki kesempatan utk bsa saya sentuh . .

mungkin . .
esok tak pernah datang. .
:)

makhluk dalam kepala

Mahluk itu datang lg.
Knp sih mahluk itu dtg lg?
Ya, mahluk b'kacamata itu.

Saya benci. 
Mahluk itu datang dan pergi seenaknya saja. 

Apa dia pikir kepala ini punya dia?

Saya benci.
Ketika saya b'tanya pd org lain mahluk apa itu, mereka hanya tertawa dan malah berfikir saya gila. 

Silahkan saja t'tawa. Tpi saya tdk gila. 
Namun sekuat apapun saya membuktikan saya tdk gila, makin seperti org gila lah saya. 

Ah . . 
Ingin rasanya membawa mahluk berkacamata setinggi 7cm itu ke hadapan org-org yg tertawa dan blg saya gila.

Tpi itu mustahil. 
Mahluk itu hanya hidup di kepala saya.

tempat terakhir

gadis kecil itu terdiam di kamarnya.
duduk di atas tempat tidur. kakinya menggantung tak sampai ke ujung lantai yang berwarna putih.
cahaya matahari sore mengintip masuk melalui jendela kamar.

tangan mungil gadis kecil itu memegang sesuatu.
ya . . . sebuah kotak musik peninggalan ibunya.
ibu gadis kecil itu memang telah tiada.
karena itulah ia sangat menikmati saat-saat memegang kotak musik itu.
ia merasakan adanya suatu koneksi.
koneksi yang ia tak tahu namanya dan ia juga yakin orang lain tak akan tahu rasanya.

sudah banyak orang yang berkata padanya
"tenang saja, kau akan bertemu lagi dengannya disana."
tiap itu pula ia selalu menjawab "dimana?"
dan  orang-orang itu hanya menjawab singkat "di surga."

gadis kecil itu masih memegang dan memandangi kotak musik miliknya.
disaat itu pula ia meragukan satu hal.
SATU hal.
ia yakin. sangat yakin ibunya masuk surga.
"tapi bagaimana dengan aku?" pikirnya.
"apa aku akan masuk surga?"
hal inilah yang selalu melintas saat koneksi antara ia dan ibunya terhubung.

"apa aku akan masuk surga? kalaupun iya, surga terdiri dari 7 tingkatan. apa aku akan berada di tingkatan yang sama dengan ibu? ibu . . aku ingin bersama denganmu."

_meskipun aku di surga, mungkin aku tak bahagia. bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu_
(padi-tempat terakhir)

Jumat, 06 Januari 2012

review film pendek "the door"

Film pendek ini saya lihat waktu saya mengikuti workshop 6 hari di grabag. Sebenarnya film ini sederhana menurut saya, tapi inti dari film ini yang tidak sederhana.

Film pendek ini menceritakan seorang pria yang mengalami Obsessive Compulsive disorder.

Obsessive Compulsif Disorder (OCD) adalah gangguan kecemasan berupa obsesi dan dorongan berlebih hingga membuat seseorang sulit melakukan pekerjaan atau memiliki kehidupan sosial yang normal.
Untuk mengurangi rasa takut yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain, misalnya, lupa untuk mengunci pintu atau mematikan kompor gas, beberapa diantara mereka melakukan ritual pemeriksaan.
(Beberapa yang lain juga berulang kali menelusuri kembali rute mengemudi mereka untuk memastikan bahwa mereka tidak menabrak siapa pun).
saat pria ini akan pergi bekerja, Ia selalu lupa apakah ia sudah mengunci pintu rumahnya (yang jelas-jelas sudah ia lakukan) atau belum. Sehingga saat sampai di depan rumahnya, ia selalu kembali lagi untuk mengecek apakah pintu rumahnya sudah di kunci atau belum. Namun kejadian ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, tapi hampir setiap hari. Sampai akhirnya konflik di film ini muncul, atasan si pria ini memarahi nya karena ia selalu datang terlambat ke tempat kerjanya, karena “kegiatan” mengecek pintu rumahnya itu cukup memakan waktu sampai ia selalu terlambat datang ke kantor. Keesokan harinya, pria ini pun berfikir di depan pintu rumahnya yang tertutup. Ia berfikir apa yang harus dilakukannya agar ia tidak kembali lagi untuk mengecek pintu rumahnya. Akhirnya pria ini melakukan sesuatu hal. Apa yang dilakukan pria itu?? Pria itu hanya membuka pintu rumahnya, lalu pergi ke tempat kerjanya.

Mungkin banyak orang yang menganggap film ini film non narrative. Tapi menurut saya film ini termasuk dalam film narrative. Film ini memiliki arti yang jelas, hanya saja bentuknya samar, atau tersirat.

Menurut saya, arti dari film ini adalah, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar. PASTI.  Hanya saja jalan keluar itu bisa berbentuk
1.Amat sangat sederhana sampai-sampai kita tidak pernah memikirkannya.

Atau

2.Sesuatu hal yang dianggap tabu oleh orang-orang lain.

Ya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. It just won’t fix with it self. We must fix it. 

percakapan para bintang

horus sudah lelah. 
ia sadar ia harus melepaskan sang anubis. ia sadar betul akan itu. hanya saja ia blm siap.
betapa susahnya melepaskan sirius kalian bukan? atau melupakan dgn paksa lebih tepatnya.

bagi horus, anubis merupakan sirius nya. 
bintang kecil yg bersinar paling terang di antara langit malam.

sudahlah horus, aku yakin kelak kau akan menemukan sirius mu yg lain.
langit harus terlihat sangat gelap agar sang bintang terlihat bukan?

maya

kenapa kmu terus ada d pikiran saya?

kenapa kamu cuma ada d pikiran saya?

saya ingin kmu nyata.

kmu itu maya. tidak nyata. hanya hidup di angan-angan saya. atau malah hanya hidup di 'dunia maya' teritorial saya.
dan saya benci itu.

saya ingin kamu nyata.
ada di dunia ini, dan bukan hanya di pikiran saya.

tpi saat kmu menjadi nyata, kmu malah bertransformasi menjadi sosok yang diinginkan oleh byk wanita. dan kmu pun sangat dkt dgn para mahluk itu. tpi . . walaupun aku wanita, aku benci kenyataan ini.
kenyataan di saat kmu menjadi nyata. 
dan bukan maya.

dan saya benci itu.